Minggu, 21 Februari 2016

PUPUK KHUSUS JAMUR TIRAM

PUPUK / NUTRISI UNTUK JAMUR TIRAM

CARA PEMAKAIAN PUTO PADA BAGLOG .MEDIA JAMUR TIRAM

PUTO : PUTO merupakan formula alami mineral yang kaya akan fitonutrisi, menggunakan proses pembentukan dalam kombinasi mineral dan ekstrak 13 unsur tumbuh-tumbuhan yang unik tanpa campuran bahan kimia. AWALNYA PUTO DI KHUSUSKAN UNTUK PUPUK PEMBUATAN TOGE / KECAMBAH, TERNYATA PUTO ADALAH PUPUK MULTIFUNGSI BISA DI GUNAKAN UNTUK BERBAGAI MACAM TANAMAN SAYURAN DAN BUNGA TERUTAMA UNTUK BUDI DAYA JAMUR TIRAM , FUNGSINYA UNTUK MEMBERI NUTRISI PADA TUMBUHAN MUDA ATAU BIBIT , dapat dengan mudah dan cepat dalam menyerap air dan MAKANAN . PUTO MENANDUNG ZAT YAN DI BUTUHKAN OLEH TANAMAN MUDA ATAU BIBIT YAITU : KARBON, NITROGEN, VITAMIN, DAN MINERAL.
JAMUR TIRAM :
Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan nutrisi untuk metabolisme dalam tubuh. Nutrisi atau hara yang dibutuhkan diantaranya adalah: Karbon , Nitrogen, Vitamin, Mineral, hasil berlimpah dan lebih berhasiat . 

HARGA : 1. Botol ukuran 236 mL =@ Rp.400.000,-
2. Botol ukuran 950 mL =@ Rp.1.500.000,- ( Lebih hemat Rp.100.000. dari 4 botol ukuran kecil)
Sudah termasuk ongkos kirim seluruh indonesia

INFO REKENING PEMBAYARAN
Bank BCA : 475.00.22.729
A/N: BUDI HERMAN HARTONO
Cara Pemesanan/Pembayaran:
Ketik: NAMA BARANG , UKURAN BOTOL DAN JUMLAHNYA , NAMA ANDA , ALAMAT LENGKAP DAN SUDAH TRANSFER @ Rp.400.123 (123 ADALAH 3 DIGIT TERAKHIR NOMOR HP ANDA YANG PAKAI UNTUK SMS PEMESANAN). KIRIM KE : 0812.1014.8063 
CATATAN: UNTUK MEMUDAHKAN PENGECEKAN PEMESANAN DAN TRANSFER PEMBAYARAN, 3 DIGIT TERAKHIR NOMOR HP ANDA HARUS SESUAI DENGAN 3 DIGIT TERAKHIR NOMINAL TRANSFER. JIKA TIDAK SESUAI TIDAK KAMI LAYANI.

Media tanam untuk jamur tiram

Media tanam yang biasa digunakan untuk jamur tiram terdiri dari beberapa bahan yang dikombinasikan menjadi satu, apa saja bahan-bahan itu :
1.    .Serbuk gergaji kayu sebanyak 80%
2.    Bekatul sebanyak 10-15%
3.    Kapur CaCo sebanyak 3%
4.    Dan Air kurang lebih 40-60% (30 ltr air) di campur dengan pupuk  PUTOSEBANYAK 1 Tutup botol (10 mL).
 *** AMBIL 1 (SATU)  TUTUP BOTOL PUTO DAN CAMPUR DENGAN AIR SEBANYAK 30 Ltr AIR. ADUK SAMPAI MERATA. SETELAH ITU CAMPUR DENGAN BAHAN - BAHAN  DI ATAS SECUKUPNYA.**** 1 (SATU) BOTOL PUTO UKURAN 236 mL  BISA DICAMPUR DENGAN 690 Ltr AIR .. UNTUK PRODUKSI BAGLOG SEBANYAK 2300 BUAH BAGLOG.

Caramembuatnya:
Untuk membuat 100 kg media jamur tiram  dibutuh kan 80 kg serbuk gergaji kayu, 10-15 kg bekatul, dan 3 kg kapur semua bahan-bahan tersebut aduk sampai merata, kemudian tambahkan air sekitar 60%. Untuk mengetahui media sudah tercampur dengan baik, cara mengetesnya apabila digenggam tidak keluar air dan apabila dilepas tidak pecah. Ukuran diatas cukup untuk 100 baglog.

SELANJUTNYA :

Fermentasi bahan media jamur tiram

Fermentasi media tanam penting dilakukan sebelum media digunakan untuk menanam jamur, yakni dengan cara  didiamkan selama 5-10 hari atau disesuaikan dengan kondisi bahan. Tujuannya adalah agar terjadi proses pelapukan/pengomposan pada media. Selama proses fermentasi, suhu media akan meningkat hingga mencapai 70°C, dan selama itu pula dilakukan pembalikan media setiap harinya agar proses pelapukan bisa merata disemua bagian media. Selain mempercepat pelapukan, fermentasi juga bertujuan untuk mematikan jamur liar yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Media yang siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna media menjadi cokelat atau kehitaman.
Cara Kompos atau Fermentasi bahan media jamur tiram
:
 Perbedaan cara ini adalah setelah proses pencampuran dilakukan pengomposan (fermentasi) selama 3-5 hari. Caranya adalah campuran bahan baku ditutup dengan karung atau semisalnya, dan lakukan pengadukan setiap hari agar proses pengomposan merata. Proses pengomposan ini dapat membantu mengurangi kontaminasi oleh mikroba liar dan juga membantu penguraian beberapa senyawa kompleks menjadi lebih sederhana sehingga lebih mudah diserap oleh jamur tiram

Sterlisasi media tanam

Media tanam yang telah difermentasi dapat dimasukkan ke dalam kantong plastic jenis polipropilen. Media tersebut kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol (baglog). Selanjutnya, pada bagian atas plastic (leher kantong plastic) dipasang ring, disumbat menggunakan kapas,  dan dipasang penutup baglog agar air tidak masuk ke dalam kantong pada saat pengukuran.


Setelah baglog siap, proses sterilisasi dapat dilakukan, yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana yang dapat digunakan adalah  drum. Satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Prinsip kerja sterlisasi adalah memanfaatkan panas uap air pada suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam. Ketika suhu pengukusan telah mencapai 100°C, pertahankan selama 5 jam. Biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk mencapai suhu 100°C, pertahankan selama 5 jam. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mencapai 100°C adalah 3 jam, tergantung dari kestabilan api di tungku. Selanjutnya, wadah pengukus di buka dan didiamkan selama 5 jam agar suhu media tanam dalam baglog kembali normal.

Inokulasi

Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindahkan ke tempat inokulasi dan didiamkan selama 24 jam untuk mengembalikannya ke suhu normal. Ruangan inokulasi harus dalam ke adaan steril dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Hal ini penting untuk meminimalisir tercemarnya baglog dari spora pathogen atau bakteri. Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke baglog.
  • Ambil botol bibit F3, lalu semprotkan alcohol ke botol tersebut. Panaskan sebentar mulut botol diatas api spiritus hingga sebagian kapas terbakar, lalu matikan api yang membakar kapas.
  • Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka, aduk-aduk menggunakan kawat yang sudah disterilkan diatas api.
  • Masukkan binit dari botol ke baglog hingga leher baglog penuh, lalu tutup kembali dengan kapas. Setiap balog diisi sekitar 10 g bibit.

Inkubasi

Inkubasi atau pemeraman bertujuan agar bibit yang telah diinokulasi segera ditumbuhi miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium. Untuk menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram, delanya ruang inkubasi memiliki suhu 24-29°C, kelembapan 90-100%, cahaya 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam. Setelah 15-30 hari masa inkubasi, biasanya miselium sudah tumbuh hingga separuh bagiab baglog. Bila miselium telah memenuhi baglog, pertanda baglog siap dipindahkan ke rumah kumbung untuk dibudidayakan hingga proses pemanenan. Namun, bila dalam waktu 1 bulan dari masa inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium, berarti proses inokulasi yang dilakuakn tidak berhasil.

Budidaya di rumah produksi atau kumbung

Bila baglog yang telah dipindahkan ke rumah kumbung telah dipenuhi misellium, lakukan pelubangan pada ujung baglog, yakni dengan menggunakan silet yang telah dsterilkan. Lubang tersebut nantinya akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh buah jamur tiram.

Bila bibit 
jamur tiram yang dibeli adalah bibit F4, anda tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan media hingga masa inkubasi karena bibit F4 dalam baglog bisa langsung ditempatkan di rumah kumbung. Biasanya, tubuh buah jamur akan terbentuk setelah 1-2 bulan dari penempatan baglog ke rumah kumbung.

NUTRISI YANG DIPERLUKAN MEDIA JAMUR TIRAM

Pertumbuhan jamur tiram membutuhkan nutrisi untuk metabolisme dalam tubuh. Nutrisi atau hara yang dibutuhkan diantaranya adalah:


Karbon
Karbon (C) bersumber dari karbohidrat sebagai unsur dasar pembentukan sel dan sebagai energi untuk metabolisme. Sumber karbon diperoleh dalam bentuk monosakarida, polisakarida, selulosa dan lignin (kayu).

Nitrogen
Nitrogen diperlukan untuk pembentukan protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik. Nitrogen juga berguna untuk mempercepat pertumbuhan.

Vitamin
Vitamin berfungsi sebagai bahan tambahan atau suplemen sehingga pertumbuhan jamur menjadi lebih baik. Vitamin yang dibutuhkan oleh jamur yaitu vitamin B1 dan B12.

Mineral

Mineral sebagai unsur hara mikro yang berguna sebagai pelengkap pada jamur. Kebutuhan mineral sudah tercukupi dari media. Penambahan kapur sebagai pengatur tingkat kemasaman (pH) sekaligus memenuhi kebutuhan mineral yaitu kalsium (Ca).